
Desa Preneur Sidoarum adalah Desa Preneur dengan Model Pendekatan Blangkon atau Desa Preneur Blangkon (Bermuatan Lokal, Bersaing Global, dan Berbasis Komunal) yang artinya entitas usaha di desa dalam hal ini pelaku UMKM merupakan jagad alit yang harus mampu menunjukan eksistensinya dan mampu bersaing ke jagad besar (pasar global).
Desa Preneur Blangkon merupakan salah satu pendekatan Desa Prenuer dengan pendampingan bisnis kepada produk unggulan lokal desa dimana dalam pelaksanaan Desa Preneur model Blangkon ini, peserta yang disasar adalah para pelaku usaha yang mempunyai produk bermuatan lokal seperti menggunakan bahan baku yang berasal dari wilayah desa, ataupun produk yang bahan bakunya berasal dari luar desa namun proses produksinya dijalankan di dalam desa sehingga ada nilai tambah yang berputar di wilayah desa, ataupun produk yang dia menjadi produk khas warisan dari nenek moyang atau produk-produk kultur dari desa tersebut.
Produk unggulan lokal desa ini didorong mempunya daya saing agar mampu bersaing di pasar global. Ada enam aspek penguatan daya saing pelaku usaha yang ditekankan diantaranya Aspek Produk/Produksi, Aspek SDM/Kewirausahaan, Aspek Penguasaan Pasar, Aspek Penguasaan Digital, Aspek Keuangan, dan Aspek Kelembagaan. Dengan memberikan enam aspek penguatan kepada para pelaku umkm yang memiliki produk unggulan lokal desa diharapkan mereka mempu bersaing di kancah pasar nasional dan global.
Selain itu, dalam pelaksanaannya, Desa Preneur ini tidak bisa terlaksana tanpa dukungan stakeholder yang ada di desa/kalurahan. Untuk itu diharapakan program Desa Preneur yang dijalankan oleh Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta ini menjadi gerakan bersama semua unsur yang ada di desa baik pemerintah desa, pelaku UMKM, kelompok usaha, dan juga BUMDESnya. Dalam desain program Desa Preneur Blangkon ditahun ke tiga perlu diinisiasi marketing hub yang bisa membantu pasar produk-produk unggulan lokal desa. Fungsi ini bisa dijalankan oleh kelompok usaha yang ada di desa namun akan lebih optimal jika bisa berada di bawahnya BUMDES sebagai salah satu unit usahanya.
(Sumber : Satoeasa)